Kebahagiaan tak seindah yang ku bayangkan
Semua berbeda dari cerita yang ku baca di dongeng anak, semua berbeda dari kebahagiaan yang ku tonton di sinetron atau film, dan semua tak sama seperti keindahan alur cerita dalam novel. Inilah kisah hidupku, gadis yang harus menjalani hidup dengan kenyataan yang tak seindah bayangannya. Asa.
Kisah hidup yang telah ku jalani saat kecil sangat indah, dengan kakak yang sangat penyayang dan menuruti keinginanku, orang tua yang sangat sempurna dimataku, dan kehidupan berkecukupan bagiku sudah sangat indah bagai cerita dongen nan indah ku jalani.
Semua berbeda saat umurku bertambah, kakak yang selalu kudampakan mulai sibuk dengan dunia dewasanya, dan orang tua yang mulai berubah sikap. Mungkin tidak semua orang mengalami ini, tapi inilah kisah yang kualami tak seburuk cerita drama namun sulit juga ku lewati.
Semakin dewasa anaknya,semakin over penjagaan untuknya. Itulah orangtuaku, ketika saya keluar rumah keharusan pulang lebih cepat. Ketika teman-teman datang semua diintrogasi bak seorang terdakwa. Itulah hal yang dilakukan orang tuaku. Bagi orang lain ini biasa,namun sangat mempengaruhi psikologiku. Saya mulai menutup diri pada pergaulan, saya mulai merasa penjagaan yang membuatku berada dalam penjara.
Kisah buruk mulai berlanjut, kakak yang sudah mulai hidup didunia berbeda, sudah menemukan kehidupan barunya dengan menikah. Indah awalnya, ternyata tak seindah bayangan. Setahun pertama masih kebahagiaan dan kerikil kecil yang mampu dilewati, namun seiring berjalannya waktu semua berbeda. Ada hal yang tidak patut untuk dilakukan sebagai orang tua, IKUT CAMPUR. Ini hal terburuk yang menggangu rumah tangga kakakku. Orang tuaku terlalu ikut campur, semua harus sesuai keiinginanya. Mulai dari sikap menantu baru harus diubah sesuai kebiasaan mereka mengatur anaknya. Awalnya indah, tapi ternyata tak semudah dibayangkan. Sang menantu akhirnya merasa tak mampu akan aturan yang begitu banyak. Ia mulai menolak dan memberontak,inilah hal yang sangat mempengaruhi rumahtangga kakak saya. Mereka mulai bertengkar, orang tua lebih keras dalam menghadapi ini. Sang menantu kebanggaan menjadi duri yang sangat dibenci, orang tua memusuhinya. Sampai akhirnya sang menantu lebih memilih pergi. Rumah yang indah berubah neraka, hari-hari penuh canda tawa berubah nestapa, dan keharmonisan rumah itu berubah bak penjara. Anak-anaknya di beri aturan baru, setelah kegagalan yang dialami kakak. Semua hal di beri aturan main lebih keras. Sampai akhirnya keindahan dunia itu hilang tak tersisa. Sayapun mulai membuka diri, untuk mendapatkan kebahagiaan lain. Saat keinginan lanjut kuliah di luar kota yang jauh dari jangkauan orang tua menjadi pilihan utama.
Saya merasa bebas dengan kehidupan baruku, saya mulai berteman dengan semua kalangan. Saya mulai mencoba hal yang selalu dilarang, seperti keluar malam, mengunjungi diskotik, merasakan keindahan dengan obat-obatan terlarang, dan semua hal yang tidak pernah aku rasakan. Kuliah yang memang tidak menjadi tujuan utamaku, menjadi alasan utama untuk tetap hidup bebas jauh dari orang tuaku. Inilah aku yang baru, Asa dengan berbagai kebahagiaan dunia yang baru kurasakan.
cerpennya ok sob n tetap semangat ya.. update artikel yg baru dan jgn lupa tuk mampir ke www.metropulsareload.cf
BalasHapus